Rabu, 15 Mei 2013

Zikir Keras-keras di Masjid


Zikir Keras-keras di Masjid

Tanya:
Di masjid di dekat rumah saya, setiap sebelum azan, sesudah azan dan setelah shalat fardu berjamaah orang-orang selalu membaca zikir atau tasbih dan berdoa dengan suara yang keras. Hal tersebut sangat menggangu saya ketika shalat tahiyatul masjid, qabliyah dan ba’diyah sehingga menjadi tidak khusyuk sholatnya. Bahkan selesai berdoa bersama, mereka shalawat sambil salam-salaman.
Waktu saya naik haji, masjid-masjid di Arab Saudi tidak seperti itu, tapi suasananya hening baik itu sebelum dan sesudah shalat berjamaah, sehingga saya bisa lebih khusyuk.
Sebenarnya yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. yang mana Ustadz?

Jawab:
Rasulullah Saw. mengajarkan doa dan zikir dengan suara lembut, dan beliau tidak pernah berdoa dengan suara lantang baik sebelum atau setelah shalat, demikian pula para sahabat.
Beberapa ulama ada yang memperbolehkan membaca doa dan zikir dengan suara keras setelah shalat dengan tujuan untuk mengajarkan doa dan zikir tersebut kepada para muridnya di mushalla, pesantren, madrasah dan pengajian.
Adapun yang kita dapati di beberapa masjid dan mushalla di sekitar kita biasanya adalah jamaah membaca doa, zikir dan selawat dengan suara keras baik sebelum atau setelah shalat. Hal tersebut awalnya adalah untuk mengajarkan jamaah tentang bacaan doa dan zikir tertentu. Tetapi, karena hal tersebut dilakukan secara terus-menerus kebiasaan tersebut menjadi budaya dan menimbulkan keyakinan di masyarakat bahwa doa dan zikir sebaiknya dilantunkan dengan suara keras.
Apabila Anda berada di masjid atau mushalla di tempat yang jamaahnya membaca doa dan zikir dengan suara keras, janganlah menyalahkan mereka! Jangan pula mengatakan sesuatu yang menyakiti hati mereka. Umumnya mereka hanya mengikuti yang dicontohkan oleh guru mereka, kemudian dijadikan keyakinan bahwa yang selain dari itu tidak sempurna. Wallahu Ta’ala a’lam.

sumber : http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/aa-az/zikir-keras-keras-di-masjid/