Zikir Keras-keras di Masjid
Tanya:
Di masjid di dekat rumah saya, setiap sebelum azan, sesudah
azan dan setelah shalat fardu berjamaah orang-orang selalu membaca zikir atau tasbih
dan berdoa dengan suara yang keras. Hal tersebut sangat menggangu saya ketika
shalat tahiyatul masjid, qabliyah dan ba’diyah sehingga menjadi tidak khusyuk
sholatnya. Bahkan selesai berdoa bersama, mereka shalawat sambil salam-salaman.
Waktu saya naik haji, masjid-masjid di Arab Saudi tidak
seperti itu, tapi suasananya hening baik itu sebelum dan sesudah shalat
berjamaah, sehingga saya bisa lebih khusyuk.
Sebenarnya yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. yang mana
Ustadz?
Jawab:
Rasulullah Saw. mengajarkan doa dan zikir dengan suara
lembut, dan beliau tidak pernah berdoa dengan suara lantang baik sebelum atau
setelah shalat, demikian pula para sahabat.
Beberapa ulama ada yang memperbolehkan membaca doa dan zikir
dengan suara keras setelah shalat dengan tujuan untuk mengajarkan doa dan zikir
tersebut kepada para muridnya di mushalla, pesantren, madrasah dan pengajian.
Adapun yang kita dapati di beberapa masjid dan mushalla di
sekitar kita biasanya adalah jamaah membaca doa, zikir dan selawat dengan suara
keras baik sebelum atau setelah shalat. Hal tersebut awalnya adalah untuk
mengajarkan jamaah tentang bacaan doa dan zikir tertentu. Tetapi, karena hal
tersebut dilakukan secara terus-menerus kebiasaan tersebut menjadi budaya dan
menimbulkan keyakinan di masyarakat bahwa doa dan zikir sebaiknya dilantunkan
dengan suara keras.
Apabila Anda berada di masjid atau mushalla di tempat yang
jamaahnya membaca doa dan zikir dengan suara keras, janganlah menyalahkan
mereka! Jangan pula mengatakan sesuatu yang menyakiti hati mereka. Umumnya
mereka hanya mengikuti yang dicontohkan oleh guru mereka, kemudian dijadikan
keyakinan bahwa yang selain dari itu tidak sempurna. Wallahu Ta’ala a’lam.
sumber : http://ruslihasbi.wordpress.com/tanya-jawab/aa-az/zikir-keras-keras-di-masjid/